Ketika kamu merancang dan pada akhirnya mengimplementasikan ide-ide di project aplikasimu, pernahkah kamu berpikir,

"Apakah user bakal bisa menggunakan aplikasi yang aku buat?"

Tidak?
Hm... itu harus dibiasakan.


Kenapa sih? Apa Pentingnya?

Ada informasi menarik yang kebetulan saya temukan di paper yang pernah saya baca, judulnya Human Computer Interaction in Game Design yang kamu bisa download di sini.

" Since the limitation of data, and the lack of theoretical foundation in Game Design, most of games have been developed based solely on own experiences and intuitions of the Designer. As the result, about 80% of games fail on the market every
year.

(Game Software Industry Report in AlienBrain product catalog. NxN software. 2001)

Sebanyak 80% game gagal setiap tahun.
Why?

Karena tidak punya pengetahuan tentang game design.
Sering dan hobi main game ternyata gak cukup ya.

Mosok cuma karena itu? Ada yang lain? Ada.

"However, it is necessary to point out that,too often, video game interfaces are an afterthought. The reason is, too many project managers assume the most important part of a software development project is the programming, and then the interface can come later. As the result, insufficient time is assigned for interface design which may leads to a poor quality interface."

( Fox 2005 )

Ternyata setelah ditelusuri lebih dalam, lagi lagi penyebabnya adalah pola pikir kalau coding dan produk fisik adalah segalanya.
Interface di sini bukan art ya, tapi UX.


"Kalau bikin project kan yang penting fungsionalitas. Yang penting bisa jalan dulu, baru ngurusin UI/UX"

Yup. Benar.

Sekarang balik tanya,
Kamu mengalokasikan waktu, apa MENYISAKAN waktu?

Beda lho.
Kalau "mengalokasikan", kamu emang memberi waktu buat tim untuk mengerjakan UI/UX.

Kalau "menyisakan" ?

Ya...
Namanya juga sisa.
Kalau gak ada sisa waktu?
Ya berarti emang dari awal emang niat gak diprioritaskan.


"Oke."

"Terus fungsinya usability test buat apa? Pakai Google Analytics kan bisa ketahuan."

Bisa sih,
Tapi kalau pakai cara analytics, artinya aplikasimu udah launching.
Udah kadung didownload user.

Telat dong berarti?
User udah punya penilaian buruk terhadap aplikasimu.
Ya kalau masih sabar nunggu update dan segala macem.

Kalau enggak?

Perlu kamu ketahui juga kalau semakin lama kamu menunda-nunda, biayanya akan semakin besar.

Lihat dari sisi coding aja deh.
Semakin lama, yang kamu ganti dan tambahi pasti semakin banyak kan?


Hasilnya apa?

Ketika user mencoba aplikasimu, ada kemungkinan bahwa mereka mengoperasikannya dengan cara yang keliru. Nah, dengan usability test ini bisa ketahuan kebanyakan salahnya gimana, terus kemungkinan kemunculannya berapa.

Dari data pemakaian (yang lebih baik lagi jika diolah dulu secara statistik) kamu bisa memperbaiki aplikasimu, sehingga user lebih nyaman dan tidak bingung menggunakannya.


Usability Testing itu ngapain?

Dalam usability test, yang kita nilai adalah seberapa mahir user menggunakan aplikasimu.

Debugging != Usability Testing

Kalau debugging, kamu nyari kesalahan pemrograman.
Kalau usability testing, kamu ngetes UX.

Bug Free != Usable

Aplikasi yang bebas bug belum tentu usable.
Seperti kutipan di atas, game yang rilis pasti udah lolos bug test dari developer, namun belum tentu usable, punya UX yang bagus.


Gimana caranya?

  • membandingkan dengan suatu benchmark atau goal tertentu

  • menggunakan cara statistik untuk mendapatkan jawaban yang akirat

  • mendapatkan bukti yang signifikan secara statistik, dengan jumlah sampel yang sedikit.

Gimana cara menentukan benchmark ?

  • berdasarkan data historis, data ini didapatkan dari test sebelumnya. Kalau belum punya, kamu bisa menggunakan data milik produk kompetitor (kalau ada), atau orang lain yang pernah melakukannya

  • berdasarkan penemuan yang didapatkan dari paper ilmiah atau penelitian. Agar sesuai, data harus diambil dari partisipan yang mirip, melakukan hal yang sama, dengan kondisi yang sama pula.

  • negosiasi kriteria dengan stakeholders.


Gimana proses usability testing ?

Yuk, baca [chapter kedua (http://bikingame.com/2016/06/29/usability-testing-how-do-i/) dari artikel ini.

Artikel ini adalah pembahasan lanjutan dari materi saya dalam acara Bengkel Gamelan.
Slide presentasi bisa didownload di slideshare.


sumber gambar header :prometsource.com