Seperti yang kita tahu,
demam Pokemon GO ada di mana-mana.
Mulai dari anak-anak sampai dewasa semua pada bermain.
Respon masyarakat pun banyak, ada yang mengapresiasi, leleh luweh, sampai ketakutan.

Saya sendiri gak ikutan main karena selain belum rilis resmi, menurutku ngajari untuk serakah (gotta catch 'em all).

Cara orang-orang untuk memainkannya pun beraneka ragam dan kreatif. Mulanya ada yang pakai drone, pasang gps spoofer, pakai emulator supaya karakter bisa gerak otomatis (netesin telur), ada juga yang idealis main dengan cara biasa.


Salah trik yang lagi rame di Indonesia adalah dikembangkannya aplikasi Pokemon Spy yang bisa memberitahu lokasi dan jenis pokemon yang akan didapat.

Gak sampai sehari, news feed Facebook sedikit demi sedikit mulai penuh dengan komentar negatif tentang latar belakang pembuatan aplikasi terkait.

Oh, ternyata source code-nya dapet dari github.

Bagi belum familiar,
gampangnya github itu seperti situs file sharing. Alih-alih video atau semacamnya, github berisi kode-kode pemrograman. Setiap orang bisa menggunakan kode-kode tersebut, melakukan modifikasi, bahkan mengajukan revisi pada pembuat aslinya agar aplikasi yang dibuat lebih bagus.

Apa akibatnya?
Ya udah jelas, gak dibuat sendiri.
Bahkan ada yang sampai bilang kalau itu 100% jiplakan.

"KARYA ANAK BANGSA"

"#mahasiswa"


Saya pengen mencoba untuk mengajukan alternaltif penalaran lain tentang hal ini.
Tidak bermaksud membela, tapi sekedar "what if..."

Semua informasi yang kita dapat berasal dari media. Dan tau sendiri media Indonesia seperti apa..

  • Melebih-lebihkan
  • Kurang fokus
  • Sekedar 5W + 1H

Iri Publisitas?

Kebiasaan buruk.
Udah sering kejadian.
Contoh yang pernah saya katakan di opini saya di medium, komentar-komentar negatif datang karena cara yang membuatnya gampang.

Itu lho dia bikin game pakai RPG Maker, terus kena bully karena 'cuma' pakai RPG Maker, asset bawaan, tanpa coding pula.

Atau soal anak kecil yang udah bisa bikin game semacam Angel Anlee.

"Waktu aku umur X tahun bikin game pakai alat X. Lebih susah"

Menurutku secara gak langsung hati kecil nya berkata :

"Harusnya aku yang dinotice."

"Harusnya aku yang masuk TV."

"Aku coding dari nol malah!"

Easy fame, huh?

Ya mau gimana, namanya kalau lagi booming tau sendiri.
Disedot terus potensi duitnya sampai habis.
Sabar aja deh kalau menurutmu cuma bullcrap.
Udah biasa.

Yo piye sih, gak tau ngomong apa. Namanya juga menanfaatkan momen.
Udah pernah saya bahas di artikel yang sebelumnya.

Masih beta?

Bukan what if sih. Emang masih beta kan ya?
Nah kalau masih beta, menurutku wajar kalau masih terlihat sangat jiplakan. Belum ada bedanya dengan yang asli.

Ini karena kemampuan media aja sih kebiasaan 'mengendus' sampai ke mana-mana. Apalagi topiknya lagi trending. Pumpung masih anget-angetnya. Gak peduli nanti efek ke orangnya gimana. Pengalaman Briptu Norman. Ujung-ujungnya duit.

Nah sekarang, yang belum pernah nge-clone dari github silakan lempar batu pertama kali.

Liat aja dulu sih aplikasi ini mau di bawa ke mana. Apa gimmick nya.

"Kalau tetep gak ada bedanya?"

Yaudah sana lanjutin cemoohnya kalau mau.
Aku kan gak belain mbaknya.

Target Informasi Orang Awam?

Keknya masalah ini paling krusial.
Tugas media adalah menyalurkan informasi ke semua orang. Implikasinya, kalau ke semua orang berarti harus bisa dipahami oleh semua orang dari berbagai latarbelakang pendidikan.

Menurutku, cara penyampaiannya harus diotak-atik supaya bisa tersalurkan dengan baik.

Coba baca lagi gimana saya menjelaskan tentang github. Apakah tepat? Apakah mewakili? You're the judge.

Karena pemberitaan dibuat oleh media mainstream, saya rasa mereka gak akan tertarik menjelaskan tentang hal yang sangat teknis. Cukup tau siapa, biasa apa, dll. Pokoknya sekedar 5W + 1H.

(OOT dikit, bisa jadi berita ini juga sekedar jadi penyeimbang untuk pemberitaan negatif pokemon. Formalitas. Kalangan developer aja yang ribut termakan media, wkwkwk)

Andaikan mbaknya ngomong,
"Pembuatan game ini ngeclone dari soure code open source yang di hosting di github. Terus rencananya akan saya compile menjadi aplikasi android"

Udah berapa keyword tuh?
Keknya kurang panjang juga.
Yakin pembacanya paham?

Saya rasa tidak, sehingga baik mbaknya ataupun media akan lebih mudah dan simpel dengan ngomong "game ini dibuat oleh..."

(mbaknya bikin status tentang ini gak sih btw? Klarifikasi atau penjelasan lanjutan gitu)

Komunitas programming gimana?
Mungkin sama mbaknya dianggap udah paham apa yang sebenernya terjadi di situ.
Hmm.. mungkin ekspetasinya terhadap developer terlalu tinggi.

Lagipula kalau terlalu teknis, bukan di media mainstream tempatnya.
Tapi di kolom teknologi atau benar-benar media yang geeky banget semacam CodePolitan.

Btw kalau aplikasi PokeWhere itu pakai dari github yang ini juga enggak?
Sepi ya..
Faktor belum ter-ekspos?


Kesimpulan

Peka dengan keadaan aja sih,
jangan terlalu mindless terus berserk ke mana-mana.
Menggerutu bikin tua.
Dewasa please.

Gitu aja.
Stay safe, and catch 'em all !