Construct 2 - Tips Mempercepat dan Mempermudah Development Time

July 30, 2016 in #Construct 2 #Coding | | | Share on Google+

Time is money.

Untuk itu, kita perlu bekerja se-efisien mungkin agar tidak menghabiskan waktu terlalu lama.

Nah, kira-kira gimana sih caranya agar kita lebih cepat dan sekaligus lebih nyaman menggunakan engine Construct 2 ?

Nah, berikut saya bagi 'rahasia dapur' ketika develop :



Dual Monitor

Bagi saya, ini sangat membantu sekali.
Dengan bekerja dengan dua monitor, kita bisa membagi layar kerja menjadi dua. Layar utama untuk coding, dan layar kedua untuk debug dan preview hasil game yang dibuat.

Kalau belum punya, dan memang niat bekerja sebagai programmer, ini adalah modal yang gak akan terbuang percuma.

Gak perlu baru, cukup second aja. Kemarin saya habis beli ukuran 20 inch seharga 700 ribu. Kalau budget kurang dari segitu, ada juga monitor LCD lama yang kotak (4:3) seharga 300 ribuan.



Buat Keyboard Shortcuts sendiri

Fitur ini bisa diakses dengan memilih pilihan 'More Commands' pada dropdown menu di bawah :

Kemudian tekan 'Customize'.

Kamu juga bisa assign quick access yang nantinya akan diletakkan pada Title Bar sebelah kiri.

Selanjutnya, kamu bisa memberikan shortcut pada perintah-perintah yang tersedia.

Berikut shortcut yang saya pakai :

  • I = include event sheet
  • E = add event
  • D = disable
  • G = add group
  • V = add variable

  • Ctrl + Shift + D = debug layout

  • Ctrl + Shift + R = run layout
  • Ctrl + Shift + E = export
  • Ctrl + Shift + S = save as single file

  • Ctrl + > = toggle breakpoint

  • Ctrl + < = toggle bookmark

Nah dengan ini, gak perlu lagi klik-klik ini itu. Tinggal dihafalkan perintahnya.



Bookmarks

Ketika jumlah event sudah puluhan atau ratusan baris, akan perlu waktu lama untuk scroll menuju suatu event tertentu.

Solusinya, gunakan bookmark bar untuk menghemat waktu. Dengan ini, kita bisa 'melompat' ke event sheet spesifik tanpa perlu scroll.

Caranya dengan melakukan klik kanan > Toggle Bookmark atau gunakan keyboard shortcut yang tadi sudah dibuat.

Event atau group yang sudah diberi bookmark akan memiliki tanda bintang berwarna merah.

Untuk mengaksesnya tinggal lihat Bookmark Bar, lalu klik event yang dituju.

Oh ya, bookmark ini bisa digunakan untuk lintas event sheet.



Cari Bug dengan Debugger

Tampilan preview dan debugger punya fungsi yang berbeda.
Preview digunakan untuk melihat hasil akhir game, sedangkan debugger digunakan saat development. Biasakan pakai ini kalau sedang proses membuat game, bukan preview.

Dalam debugger bisa dilihat segala hal tentang game kamu.
Mulai dari peforma, resource yang dipakai, hingga nilai variabel dan instance variable setiap objek.

Kalau pakai license yang berbayar, kamu bahkan bisa langsung mengedit nilai dari semua variabel. Jadi tidak perlu run berkali-kali.

Tampilan debugger juga bisa kamu filter dengan Watch (gambar mata). Sehingga informasi yang ditampilkan hanya yang kamu ingin lihat.

Contoh tampilan watch milik saya :



Breakpoints

Berfungsi untuk menghentikan sementara eksekusi suatu event, condition, atau action ketika menjalankan game di debugger.

Hal ini sangat berguna waktu mencari bug.

Cara Setting

Klik kanan > Toggle Breakpoint atau gunakan keyword shortcut

Hasil dari penggunaan breakpoint, game akan di pause sebelum event, kondisi, atau action dijalankan. Breakpoint saat ini ditandai dengan garis-garis merah pada event sheet.

Cara ini enak digunakan kalau sudah punya dual monitor.



Mozilla Mobile View

Dalam membuat game, kita harus memastikan bahwa game bisa dimainkan di banyak device tujuan.

Nah, gimana kalau kita gak punya device buat testing?
Paling tidak, interface nya tidak bermasalah. Hal ini juga kan yang sering ditanyakan di forum.

Setelah bisa buat game yang support banyak resolusi, cara testingnya gimana? Nah, pakai fitur mobile view dari browser Mozilla.

Caranya mudah.
Tinggal pencet Ctrl + Shift + M, lalu layar akan diperkecil menjadi ukuran HP.

Kalau tekniknya bener, ukuran di sini akan penuh.

Sekarang, kamu tinggal cari ukuran layar HP yang pengen kamu coba, lalu ganti resolusinya di kolom yang tersedia.



Translucent inactive layers

Berfungsi untuk otomatis 'mengunci' layer yang tidak aktif. Sehingga objek di layer itu tidak bisa dipindah-pindah.

Selain itu, membuat pengelihatan lebih fokus juga. Karena objek milik layer lain akan diredupkan. Sehingga lebih mudah melihat objek apa saja yang ada di layer yang sedang dipilih.

Berikut before-after nya.



Snap to Grid & Show Grid

Snap to Grid berfungsi untuk membuat sprite selalu ditempatkan ke dalam grid. Hal ini digunakan agar peletakan sprite menjadi lebih presisi. Apalagi jika sedang membuat game platformer dengan asset yang harus ditata dengan rapi.


Nah, itu dia sedikit 'rahasia dapur' saya.
Semoga bisa membantu.

July 30, 2016 in #Construct 2 #Coding | | | Share on Google+