Review Submission Game Jam Construct 2/3 2017

January 13, 2018 in #Construct 2 #Event | | | Share on Google+

Pada tanggal 24 - 31 Desember 2017 kemarin, admin dan moderator group facebook Construct 2 Indonesia mengadakan event game jam dengan bekerjasama dengan Dicoding.com .

Dari total 20 buah game yang dilombakan, terdapat 8 buah game yang sesuai dengan kriteria penilaian. Kemudian, dipilih satu orang pemenang dan empat orang runner up.

Dalam kesempatan ini, saya sebagai salah satu juri dari challenge ini akan memberikan evaluasi personal saya terhadap proses penjurian dan game yang dibuat.



Tidak Memperhatikan Syarat dan Langkah Pengumpulan Submission

Seperti perlombaan pada umumnya, agar dapat masuk dalam proses penjurian, tentu harus mengikuti ketentuan dan peraturan yang sudah ditetapkan. Ketentuan dalam challenge ini adalah sebagai berikut :

  • Permainan harus mampu dijalankan dalam platform Android

  • Permainan yang disubmit adalah hasil karya selama game jam berlangsung

  • Bukti printscreen Project saat sedang dikembangkan di C2/C3

  • Tema yang diambil

  • Link/URL Profile Facebook

  • Peserta diharuskan untuk membuat secara berkelompok, tidak boleh individu

Seperti yang sudah saya katakan di atas, dari 20 game yang diikutsertakan, hanya 8 buah game yang lolos seleksi persyaratan. Ada lima buah submission game yang setelah kami telusuri bukanlah game yang dibuat selama game jam berlangsung, tapi game yang sudah dipublish di Play Store beberapa bulan sebelumnya. Ada juga yang tidak menyertakan data-data kelengkapan yang lain.

Lain kali, tolong dibaca benar-benar syarat dan proses pengiriman materi challenge. Apakah kamu salah satu dari mereka yang tidak lolos seleksi persyaratan?



Tema Tidak Sesuai

Coba kita ingat-ingat lagi tema dan deskripsi dari challenge ini :

Peserta diharapkan dapat mampu membuat game dengan mengangkat salah satu tema seperti budaya, politik ataupun edukasi sesuai dengan yang telah terjadi di Indonesia pada saat ini. Namun tidak hanya dilihat dari segi negatif nya saja, peserta juga harus dapat mengangkat segi positif atau justru peserta harus mampu membuat sisi positif/pembelajaran dari kejadian yang sifatnya negatif.

Mari kita kupas satu-persatu.

Peserta diharapkan dapat mampu membuat game dengan mengangkat salah satu tema seperti budaya, politik ataupun edukasi sesuai dengan yang telah terjadi di Indonesia pada saat ini.

Apakah game buatanmu bertema budaya, politik, atau edukasi?
Apakah game kamu mencerminkan situasi Indonesia saat ini? Dari 8 submission, terdapat 2 game yang tidak memiliki tema.

Tema yang Bolong

Maksudnya apa? Perhatikan bagian berikut :

Namun tidak hanya dilihat dari segi negatif nya saja. Peserta juga harus dapat mengangkat segi positif atau justru peserta harus mampu membuat sisi positif/pembelajaran dari kejadian yang sifatnya negatif.

Menurut saya, untuk mendapatkan nilai tema yang bagus adalah dengan memberikan latar belakang permasalahan mengapa kamu ingin mengangkat tema tersebut. Kemudian dari sana, tunjukkan bagaimana kamu menyelesaikan permasalahan itu.

Sebagai pembanding, kamu bisa mainkan game Recycle Hero yang menjadi pemenang dari *challenge * ini.

Pertama, latar belakang game ini dipresentasikan dengan baik. Game dimulai dengan opening seseorang yang sedang browsing di internet, dan membaca bahwa orang-orang tidak menunjukkan sikap mencintai lingkungan.

Kemudian muncul gerakan yang mengajak untuk melakukan perubahan sikap. Salah satunya yaitu dengan memilah-milah sampah.

Kira-kira, apa latar belakang dari game yang kamu buat? Apakah sesuai dengan tema?



Membuat LKS Digital

Tau kan LKS ? Lembar Kerja Siswa. Beberapa dari game yang diikutsertakan 'hanya' membuat soal pilihan ganda dengan tema edukasi. Menurut saya, ini bukan game. Tapi cuma memindahkan soal dari versi cetak (buku) ke dalam bentuk digital. Kalau menggunakan versi buku dinamakan 'belajar' atau 'mengerjakan soal', kok bisa disebut 'game' dalam versi digitalnya?

Walaupun saya bilang seperti itu, tapi bukan berarti tidak boleh membuat game trivia. Namun saya kira bukan begitu eksekusinya. Saya ambil contoh salah satu game yang karya Higin Enggartiasto berjudul "Kids math with Panda".

Dalam screenshoot game di atas, bisa kita lihat ini dari permainan adalah menjawab soal matematika. Akan tetapi ada tantangan lain, yaitu memasukkan panda dengan nomor yang tepat ke dalam lubang yang disediakan. Semakin tinggi levelnya akan semakin sulit, misal dengan adanya obstacle bergerak. Dari sini terlihat dengan jelas unsur bermain dan belajar dari game edukasi.

Kemudian jika melihat dari kamus, trivia artinya bukan game pertanyaan, tapi "a game or competition is one where the competitors are asked questions about interesting but unimportant facts in many subjects". Contoh game trivia yang bagus bisa dilihat dari game Kuis Tegar, Kuis Jomblo, dan Kuis Galau karya Agate.

Dari sini terlihat jelas bahwa kita gameplay permainan ini adalah menjawab pertanyaan gak penting. Jawaban yang benar pun kalau tidak salah berganti-ganti, tergantung jawaban mana yang paling sering dijawab (Kuis Jomblo & Galau).


Evaluasi

Dalam Game Jam sendiri, game yang dibuat tidaklah penting. Yang ditekankan dari acara ini adalah acara kumpul-kumpul untuk menambah ilmu dan mencari teman. Akan tetapi karena hasil dari game ini dilombakan, tentu kita tidak boleh asal-asalan dalam mengerjakannya (jika ingin menang).

Saya sendiri juga tidak bisa menyalahkan waktu, mungkin saja waktu mencari ide terbatas (tidak bisa ikut secara penuh) sehingga memilih membuat game dengan ide sedapatnya. Semoga lain kali tidak kapok untuk mengikuti game jam, dan evaluasi dapat berguna dalam mengikuti challenge Dicoding yang lain.

Terimakasih atas partisipasinya!


January 13, 2018 in #Construct 2 #Event | | | Share on Google+